Home » Dewesternization (page 2)

Dewesternization

Moderat

Tahun 2008 Japan Institute of International Affair (JIIA) menggelar simposium di Tokyo. Temanya “Islam and Asia: Revisiting the Socio-Political Dimension of Islam”, yakni tentang masa depan politik Islam. Pesertanya mayoritas dari negara-negara Islam seperti Mesir, Pakistan, Iran, Turkey, Tunis, Indonesia dan Malaysia, ditambah seorang dari Amerika dan beberapa dari Jepang sendiri. Nampaknya simposium ini bertujuan untuk mengukur masa depan kekuatan ...

Read More »

Evil of Liberalism

Dalam sebuah situs Katholik di Amerika, terdapat artikel berjudul The Evil of Liberalism, ditulis oleh Judson Taylor, tokoh besar Misionaris. Artikel itu ditulis pada awal abad ke 19 (1850an), dalam sebuah buku kumpulan essai berjudul An Old Landmark Re-Set diterbitkan ulang tahun 1856 dengan editor Elder Taylor. Di dalam pengantarnya editor situs itu menulis bahwa misi yang disampaikan artikel itu ...

Read More »

Kecerdasan

Pada tahun ini saya berkesempatan mengunjungi kembali beberapa negara Eropa. Banyak fakta yang menarik untuk dibagi bersama. Diantara yang menarik adalah ketika saya berkunjung ke Inggris, Maret 2010. Di Nottingham saya dapat cerita bahwa sebuah penelitian di Universitas Nottingham menemukan korelasi bahwa semakin bodoh seseorang itu ia semakin religius dan sebaliknya semakin sekuler dan bahkan ateis ia semakin cerdas. Saya ...

Read More »

Islamisasi Sains

Westernisasi, sekularisasi, liberalisasi, Kristenisasi dan lain sebagainya adalah istilah-istilah resmi. Istilah itu mengandung konsep yang bermuatan nilai, kepercayaan atau ideologi. Istilah ini juga merupakan gerakan penyebaran nilai, agama, ideologi, cara berpikir. Dalam Islam juga terdapat istilah “Islamisasi”. Meski istilah ini baru dipopulerkan oleh al-Attas tahun 70an, prakteknya telah berjalan sejak zaman Nabi. Sejatinya Islamisasi adalah karakter Islam yang sesungguhnya, dan ...

Read More »

Perang Peradaban

Dulu, ketika Nabi menerima laporan bahwa ajakannya kepada Kaisar Romawi, Heraclius untuk berpegang pada keyakinan yang sama (Kalimatin sawaa’) ditolak dengan halus, Nabi hanya berkomentar pendek “Sa ukhjim al-rum min uqri baitii” (Akan saya perangi Romawi dari dalam rumahku). Ucapan Nabi ini bukan genderang perang atau teror, ia hanya berdiplomasi. Tidak ada ancaman fisik dan juga tidak menyakitkan pihak lawan. ...

Read More »