Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer (Part.2)

6. Lebih kongkritnya, cara pandang terhadap apa saja yang terkandung di dalam konsep worldview itu?

Kandungan elemen worldview berbeda dari satu peradaban dengan peradaban lain. Ada yang lebih banyak kandungannya ada yang kurang. Istilah worldview sendiri sebenarnya berarti pandangan dunia, artinya sebatas pandangan terhadap dunia.

Maka dari itu secara umum elemen worldview terdiri dari cara pandang tentang: 1) Kehidupan, 2) Dunia, 3) Manusia, 4) Nilai dan 5) Ilmu Pengetahuan. Tapi dalam Islam cara pandang itu tidak hanya terbatas tentang dunia tapi juga termasuk tentang akhirat.

Lebih lengkapnya elemen worldview Islam itu terdiri dari pandangan tentang hakekat Tuhan, tentang Wahyu (al-Qur’an), tentang penciptaan, tentang hakekat kejiwaan manusia, tentang ilmu, tentang agama, tentang kebebasan, tentang nilai dan kebajikan, tentang kebahagiaan dan sebagainya yang meliputi seluruh aspek kehidupan material dan spiritual.

7. Lebih kongkrit lagi, apa hubungan worldview dengan ilmu pengetahuan?

Hubungannya jelas sekali, karena worldview berbicara mengenai cara pandang terhadap berbagai hal dalam kehidupan termasuk didalamnya obyek-obyek ilmu pengetahuan, maka sudah pasti ada kaitannya dengan ilmu.

Bahkan pandangan suatu bangsa terhadap ada tidaknya Tuhan yang merupakan dasar dari setiap worldview sangat mempengaruhi konsep ilmunya. Thomas F. Wall dalam buku Thinking about Philosophical Problem menyatakan dengan tegas : “Jika orang percaya pada Tuhan.. niscaya ia akan percaya bahwa sumber moralitas itu dari Tuhan… dan ilmu itu tidak hanya sebatas pengetahuan empiris, tapi juga non empiris yaitu dunia supernatural”. Disini filosofinya ilmu tidak bisa dipisahkan dari iman atau agama.

8. Bagaimana lebih jelasnya dalam konteks pemikiran Islam?

Dalam Islam realitas alam fisik yang nampak (sensible world) dipandang sebagai realitas relatif yang berhubungan dan bergantung pada realitas metafisis yang absolute. Pencarian ilmu dalam Islam tidaklah sekedar melibatkan panca indera dan akal yang obyeknya tidak dibatasi oleh realitas alam dan pengalaman inderawi.

Pencarian ilmu dalam Islam melibatkan realitas yang tertinggi yaitu Tuhan, sebab realitas empiris tidak dapat dipahami secara sempurna kecuali dengan melibatkan realitas non-empiris.

Inilah rahasianya mengapa dalam Islam bertambahnya ilmu tentang alam semesta membawa pada bertambahnya ilmu tentang alam transenden silahkan baca QS. Ali Imran: 190-191. Oleh sebab itu, jika orang melihat dunia ini secara sekuler alias tidak mengaitkannya dengan Tuhan atau agama, maka sifat dan fungsi ilmu itu akan berbeda.

9. Apa contoh masuknya worldview Islam kedalam worldview bangsa Indonesia?

Karena worldview itu mengandung cara pandang yang berasal dari kepercayaan dasar (basic belief) maka ciri suatu worldview dapat diketahui melalui istilah-istilah khas yang hanya dimiliki oleh worldview tersebut. Ketika worldview itu masuk kedalam peradaban lain maka ia masuk bersama terminologinya.

Contoh masuknya worldview Islam dapat dibuktikan dengan masuknya istilah-istilah yang khas hanya dimiliki Islam kedalam cara bepikir bangsa Melayu. Istilah-istilah Islam yang masuk dan menggeser istilah Melayu atau Jawa adalah roh (ruh), akal (‘aql), kalbu (qalb), nafsu (nafs), paham (fahm), jasad (jasad), jisim (jism), jasmani (jusmani), jauhar (jawhar), juz (juz’), kuliah (kulliyah), ilham (ilham), sedar (dari bahasa Arab sadr = dada), pikir (fikr), zikir (dhikr), ilmu (‘ilm), yakin (yaqin), shak (shakk), zann (zann), jahil (jahl), alam (alam), pengalaman (dari bahasa Arab: ‘alam), sebab (sabab), musabab (musabbab), akibat (aqibah), hikmah (hikmah), adab (adab), martabat (maratib), derajat (darajat), maudu’ (maudu’), adil (adl), zalim (zulm), ma’rifat (ma’rifah), ta’rif (ta’rif), hakekat (haqiqah), kertas (qirtas), sharah (sharh), bahas (bahth), hukum, hakim. Mahkamah (dari Arab: hukm), murid (murid), tarekh (tarikh), zaman (zaman), awal (awwal), akhir (akhir), sejarah (shajarah), abad (‘abad), waktu (waqt), saat (sa’ah), kursi (kursiy), dan banyak lagi lainnya.

10. Apakah dengan masuknya istilah itu sudah dapat dikatakan telah terjadi Islamisasi?

Sudah! Sebab penggunaan istilah dan konsep-konsep kunci tersebut telah mengindikasikan adanya perubahan cara pandang bangsa Melayu terhadap realitas. Menerima istilah roh (ruh), akal (‘aql), kalbu (qalb), nafsu (nafs) berarti menerima konsep jiwa dalam Islam.

Hanya saja seberapa besar porsi konsep-konsep itu dibanding konsep-konsep yang lain juga menentukan apakah sudah terjadi atau sedang terjadi. Rumusnya begini jika cara pandang suatu bangsa atau masyarakat didominasi oleh konsep atau cara pandang asing maka identitas bangsa dan masyarakat itu akan hilang digantikan oleh konsep dan cara pandang asing yang lebih dominan. Jika yang terjadi sekarang adalah masuknya istilah-istilah Barat maka kita juga bisa katakan sedang terjadi Westernisasi.

About Hamid Fahmy Zarkasyi

Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A. Ed, M. Phil, lahir di Gontor, 13 September 1958,. Saat ini menjadi pimpinan Redaksi Majalah ISLAMIA dan direktur Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS),

Check Also

Print

Perbedaan Worldview Islam dan Barat

Dengan menggunakan worldview sebagai tolok ukur identitas suatu peradaban sebenarnya telah dapat diketahui bahwa antara ...

%d bloggers like this: