Liberalisasi Pemikiran Islam

Masalah liberalisasi adalah tantangan bagi semua umat. Berikut adalah jawaban dari sebagian pertanyaan yang seringkali menjadi kesalahan mendasar para pengikutnya.

Apakah Liberalisasi Pemikiran Islam itu?

Liberalisasi Pemikiran Islam adalah suatu gerakan pemikiran yang berasal dari paham liberalisme yang lahir dan berkembang di Barat maka gerakan ini dipengaruhi oleh cara berpikir manusia Barat sekuler.

Di Barat, liberal artinya bebas, bebas dari gereja, dari ikatan moral, dari agama serta bebas dari Tuhan. Ketika paham ini masuk kedalam pemikiran Islam, kebebasan diartikan sebagai bebas untuk menafsirkan agama sesuai dengan pikiran masing-masing orang. Akibatnya, hal-hal yang jelas haram hukumnya menjadi halal, yang wajib menjadi sunnah dan seterusnya

Bagaimanakah paham ini bisa masuk kedalam pemikiran Islam?

Sebenarnya upaya-upaya orientalis untuk mempengaruhi umat Islam agar terlepas dari tradisi keilmuan Islam sudah lama dilakukan. Namun, pengaruhnya terhadap pemikiran Islam terjadi secara lambat melalui para sarjana Muslim yang belajar ke Barat.

Karena bekal sebelum belajar ke Barat kurang memadai maka para cendekiawan Muslim itu terpengaruh oleh cara orientalis memahami Islam. Para orientalis diantaranya berpandangan bahwa melakukan sesuatu yang tidak berdasarkan dalil yang terdapat dalam al-Qur’an dan Hadis adalah liberal. Padahal dalam Islam hal ini dibolehkan untuk masalah-masalah furu’ atau ijtihadiyah.

Istilah Islam liberal diproklamirkan untuk pertama kali oleh Charles Kurzman dalam bukunya Liberal Islam: a Source Book, kemudian dikuti oleh Leonard Binder yang berjudul Islamic Liberalism: a Critique of Development Ideologies. Dari buku ini maka sekelompok anak muda di Jakarta mendirikan kelompok yang menamakan diri mereka Jaringan Islam Liberal (JIL).

Apakah gerakan liberalisasi yang mereka lakukan di Indonesia?

Gerakan liberalisasi di Indonesia meliputi beberapa bidang dan menempuh berbagai jalan. Gerakannya dalam bentuk LSM-LSM seperti Jaringan Islam Liberal (JIL), yang menjadi motor dan provokator liberalisasi pemikiran Islam, International Center for Religious Pluralism (ICRP), pembawa bendera pluralisme agama, Fahmina Institute, pengusung paham kesetaraan gender dan feminisme kedalam Fiqih Islam, Freedom Institute yang bergerak dalam berbagai proyek liberalisasi, dan banyak lagi.

Selain itu gerakan liberalisasi juga berada di kampus-kampus perguruan tinggi Islam. Meskipun bukan resmi proyek perguruan tinggi tersebut, namun dosen-dosen yang berpikiran liberal tersebar hampir di seluruh perguruan tinggi Islam.

About Hamid Fahmy Zarkasyi

Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A. Ed, M. Phil, lahir di Gontor, 13 September 1958,. Saat ini menjadi pimpinan Redaksi Majalah ISLAMIA dan direktur Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS),

Check Also

tantangan pemikiran

Tantangan Pemikiran Islam dan Dampaknya

Berpegang pada prinsip bahwa ilmu pengetahuan dan pandangan hidup adalah ujung tombak dan soko guru ...

%d bloggers like this: