Membakar al-Qur’an

Brad Thor, seorang penulis novel yang produkif. Tulisannya yang agak mutakhir berjudul The Last Patriot, Thriller. Detail mengenai novel ini tidak penting. Tapi yang aneh karya fiksi ini memasukkan fakta-fakta sejarah Islam yang difiksikan atau dikarangnya sendiri.

Misalnya, ia menulis bahwa “Pada bulan juni 632 Nabi Muhammad menerima wahyu terakhir. Dalam beberapa hari (kemudian) ia terbunuh”. Selain itu ia juga menyatakan bahwa wahyu yang disampaikan kepada Nabi Muhammad hilang.

Tapi, di akhir buku itu, dalam Author’s Note (catatan penulis) ia menulis bahwa “pendapat tentang hilangnya wahyu Muhammad itu adalah karangan saya” dan pendapat tentang terbunuhnya Muhammad oleh sahabatnya itu adalah rekayasa saya (meskipun ada bukti bahwa Muhammad itu dibunuh).”

Dalam novel itu Brad Thor mengaku bahwa konsultannya tentang Islam, diantaranya, adalah Daniel Pipes dan Robert Spencer. Kedua konsultan ini banyak menulis Islam secara negatif.

Robert Spencer menulis buku berjudul Islam Unveiled (DiIndonesiakan dan diterbitkan oleh Paramadina menjadi Islam Ditelanjangi). Di dalam buku ini ia menggambarkan bahwa al-Qur’an tidak punya konsep damai dengan kafir dan musyrik.

Ia juga menyitir ayat-ayat perang terhadap kafir dan juga ahlul kitab. Itu berarti bahwa inti dari ajaran Islam, yakni al-Qur’an memang sudah memusuhi orang kafir. Bahkan dia menolak pernyataan Harun Yahya bahwa al-Qur’an bukan sumber kekerasan.

Kisah-kisah pembunuhan di zaman Nabi terhadap musuh-musuh Islam (yang belum jelas kesahihannya) dibeberkan. Masih banyak lagi. Selain mengorek apakah Islam itu agama damai, ia juga “memojokkan” Islam dalam soal HAM dan soal Perempuan. Pendek kata Spencer melihat secara khusus sisi negatif Islam dari pemahamannya sendiri dan tidak menyebut sisi positifnya.

Semua itu seperti memberi tahu orang Barat bahwa Islam adalah masalah besar bagi Barat. Solusi yang ditawarkan Robert secara implisit muncul dalam bentuk pertanyaan : Apakah Islam kompatibel dengan Demokrasi Liberal?, Dapatkah Islam disekularkan, dicocokkan dengan Pluralisme Barat?, Apakah Islam toleran terhadap non-Muslim?, Jawaban dari dua pertanyaan pertama adalah positif, sedangkan jawaban pertanyaan terakhir adalah negatif. Artinya, solusi masalahnya, Islam harus diBaratkan, disekularkan atau diliberalkan.

Robert Spencer seperti menegaskan bahwa masalah terbesar hubungan Islam dan Barat adalah al-Qur’an itu sendiri. Dan mustahil terjadi rekonsiliasi dengan Islam. Jalan satu-satunya yang harus ditempuh adalah mem-Barat-kan, mensekularkan, meliberalkan Muslim. Dan ini sudah berhasil di beberapa kasus.

Sejatinya, pembakaran al-Qur’an oleh John Terry atau siapapun tidak berdampak apa-apa bagi Muslim. Orang masih bisa mencetak lagi. Kita perlu marah karena ghirah kita, karena keimanan kita dan karena merusak sesuatu yang kita sucikan. Jangankan al-Qur’an, bendera kita dibakar pun mengundang demo besar-besaran. Bagi yang tidak demo akan dicap rendah jiwa patriotismenya dan lemah nasionalismenya.

Memang mendemo pembakar al-Qur’an sangat perlu, supaya mereka toleran bahwa yang dianggap suci orang Islam itu mereka hormati. Namun, yang lebih perlu adalah mendemo tulisan orientalis dan murid-muridnya yang merusak aqidah, menafikan syariat dan merendahkan status al-Qu’ran dari wahyu menjadi sekedar “karangan” Nabi Muhammad. Karena menyerang ajaran al-Qur’an itu lebih dahsyat dari sekedar membakar mushaf al-Qur’an.

Al-Qur’an adalah ilmu dan ilmu itu cahaya, oleh karena itu cahaya tersebut harus tetap hidup dalam diri kita. Jangan ada seorang pun yang menghina cahaya itu dan bahkan mematikannya dari dalam hati kita.

About Hamid Fahmy Zarkasyi

Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A. Ed, M. Phil, lahir di Gontor, 13 September 1958,. Saat ini menjadi pimpinan Redaksi Majalah ISLAMIA dan direktur Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS),

Check Also

faktor kemunduran peradaban islam

Faktor Kemunduran Peradaban Islam

Setelah mengetahui asas kebangkitan peradaban Islam kini kita perlu mengkaji sebab-sebab kemunduran dan kejatuhannya. Dengan ...

%d bloggers like this: